Keduanyasaling berhubungan. Seseorang dengan literasi keuangan yang baik umumnya tahu cara memanfaatkan uang semaksimal mungkin. Sementara itu, investasi adalah bentuk pengelolaan dana agar memberikan hasil yang maksimal. Ia termasuk bagian dari literasi keuangan. Berkat perkembangan teknologi digital yang pesat di industri finansial, beragam 5 Menurut UNESCO. Menurut UNESCO "The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization", Pengertian literasi ialah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. 6. Pesertadidik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan: v Mengamati obyek/kejadian. Mengamati dengan cermat materi Makna beriman kepada qada dan qadar yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide penyajian yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.. v Membaca sumber lain selain buku teks yangberhubungan dengan sistem eksresi Mendengar Pemberian materi Kelainan dan. Yang berhubungan dengan sistem eksresi mendengar. School SMAN 1 Malang; Course Title BIOLOGY 1; Uploaded By ConstableKouprey1706. Pages 20 This preview shows page 10 - 12 out of 20 pages. literasidigital, dan literasi manusia [1][10]. Sehubungan dengan literasi teknologi, revolusi industry 4.0 diantaranya berhubungan dengan artificial intelligence dan autonomous robotic [11]. Artificial intelligence adalah teknik peniruan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, sehingga komputer mempunyai kecerdasan Literasisains merupakan bagian dari sains, bersifat praktis, berkaitan dengan isu-isu tentang sains dan ide-ide sains. Warga negara harus memiliki kepekaan terhadap kesehatan, sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan bencana alam dalam konteks personal, lokal, nasional, dan global. tercapainyapeningkatan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi yang dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan pada seluruh bidang pengajaran dalam kurikulum. Program perpustakaan yang relevan dengan pencapaian tersebut adalah literasi informasi (information literacy). Pelaksanaan program literasi informasi akan memberikan hasil optimal bila dapat PertanyaanYang Berhubungan Dengan Literasi. Mempertajam diri didalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca. Contoh soal literasi sains 1. (literasi) • guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik b. ItulahPenejelasan dari Pertanyaan Kompetensi literasi yang berhubungan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah literasi? Kemudian, kami sangat menyarankan anda untuk membaca juga soal Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya, dapat dicontohkan dengan lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasannya. Namun dalam konteks real, kaidah itu tidaklah selalu dapat diterapkan. Contohnya, jika 40 orang yang akan bertamasya diangkut dengan minibus yang memuat 12 orang, secara matematis minibus yang dibutuhkan untuk memuat semua orang itu adalah 3,333333. Jumlah itu tentu tidak masuk akal sehingga dibulatkan ke bawah menjadi 3 minibus. gASw. Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia yang terus meningkat semakin menimbulkan keresahan di masyarakat. Data pemerintah per 14 April menunjukkan ada hampir 5,000 kasus positif dan lebih dari 450 orang telah meninggal akibat wabah ini. Pada pertengahan Mei, diperkirakan akan ada lebih dari 50,000 kasus dan “melumpuhkan” kemampuan rumah sakit di enam provinsi. Ada juga prediksi bahwa Indonesia akan berpeluang besar menjadi episenter baru wabah ini. Kekhawatiran di tengah masyarakat diperparah oleh maraknya misinformasi di media sosial. Disinformasi dan misinformasi menjadi hal yang lumrah di tengah semakin aktifnya masyarakat dalam melakukan pencarian informasi. Namun, para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa informasi yang salah akan sangat berpengaruh pada kesehatan dan pengambilan keputusan masyarakat dalam menghadapi pandemi. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan “kita tidak hanya memerangi epidemi; kita sedang berjuang menghadapi infodemi’”. Kini, penggunaan alat komputasi seperti bot ikut memperkeruh perdebatan seputar COVID-19 di media sosial. Kenyataannya, persebaran informasi oleh bot selalu melampaui kecepatan informasi yang dibagikan oleh lembaga resmi sehingga pada akhirnya masyarakat lebih cepat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Ini menjadi tantangan baru dalam menghadapi pandemi di era media sosial. Usaha menghadapi gempuran infodemi tidak akan efektif jika hanya bergantung pada pemerintah, lembaga kesehatan dan perusahaan digital. Keterlibatan masyarakat secara penuh menjadi suatu keniscayaan. Maka, konsep literasi digital kritis sebagai lanjutan dari literasi media dan digital dapat menjadi acuan utama dalam menghadapi krisis informasi di tengah pandemi yang belum kunjung berakhir. Lebih dari sekadar literasi media dan digital yang memampukan pengguna menjadi trampil menggunakan teknologi digital untuk terlibat aktif di dunia maya, konsep literasi digital kritis menganggap perlunya pemahaman mengenai landasan filosofis bagaimana informasi diakses dan diproduksi, serta peran ambivalen media digital di masyarakat. Read more Penelitian di Indonesia umur tidak mempengaruhi kecenderungan orang menyebarkan hoaks Misinformasi selama pandemi Ketidakpastian dan kontroversi seputar pandemi COVID-19 telah memanaskan perdebatan tentang misinformasi dalam beberapa minggu terakhir ini. Banyak pihak seperti peneliti, pembuat kebijakan, bahkan lembaga penegak hukum telah bersama-sama memerangi penyebaran misinformasi agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Riset terbaru oleh pusat penelitian Reuters Institute di Universitas Oxford, Inggris, menunjukkan bahwa format misinformasi yang tersebar di media sosial sebagian besar dimanipulasi secara sederhana tanpa melibatkan teknologi tingkat tinggi seperti Artificial Intelligence, melainkan hanya bergantung pada aplikasi penyuntingan foto dan video sederhana. Contohnya adalah unggahan video dengan klaim bahwa telur rebus dapat menangkal virus sempat viral pada beberapa minggu lalu. Ini contoh bentuk misinformasi yang paling umum, yaitu konten yang mengandung informasi yang benar namun dengan sengaja diputarbalikkan dan ditempatkan pada konteks lain dengan cara yang salah. Riset Reuters Insitute juga menemukan bahwa figur-figur penting seperti politikus dan selebriti berperan besar menjadi sumber misinformasi. Pembaca atau pemirsa memiliki engagement atau keterlibatan lebih tinggi dalam menyerap informasi dari para figur ketimbang dari kalangan masyarakat umum. Terlebih para tokoh tersebut kerap kali juga disorot oleh media arus utama. Sebagai contoh, harian New York Times telah mendokumentasikan sejumlah pernyataan bohong Presiden Donald Trump terkait COVID-19. Di Indonesia sendiri, beberapa waktu yang lalu Staf Khusus Presiden dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPR diduga ikut menyebarkan misinformasi seputar virus korona. Keberadaan bot dan _trollbot juga telah ditemukan mencampuri percakapan dan perdebatan mengenai virus di Twitter. Bot adalah akun yang dikelola oleh sebuah software sehingga akun dapat melakukan tweet, retweet, mention, dan sebagainya secara otomatis. Trollbot adalah bot yang banyak menyebarkan propaganda dan berita bohong. Dua alat ini lebih banyak digunakan untuk menyebarkan teori-teori konspirasi COVID-19 yang belum terbukti kebenarannya. Read more Sekadar mengingatkan misinformasi pandemi paling banyak ada di WhatsApp Literasi digital yang kritis Kemampuan literasi digital yang kritis menempatkan seseorang sebagai konsumen informasi yang lebih aktif, misalnya mampu menilai konten digital apakah tepercaya atau mengandung bias tertentu. Memiliki kemampuan literasi digital yang kritis juga berarti memiliki pemahaman yang lebih. Misalnya pemahaman lebih luas tentang ruang digital, bagaimana perusahaan raksasa seperti Facebook dan Google beroperasi dan mendapat laba, dan peluang dan hambatan yang dimiliki internet bagi proses demokrasi dan partisipasi politik. Pengguna media sosial yang kritis tidak hanya mampu untuk mempertanyakan kebenaran suatu informasi, namun juga akan melakukan aksi nyata memerangi misinformasi. Misalnya, seseorang yang membaca informasi di beranda Facebook-nya tidak akan langsung membagikan informasi tersebut sebelum melakukan pengecekan fakta di sumber yang tepercaya. Dia khawatir apabila informasi yang dibagikan tersebut tidak benar dan dapat merugikan orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan literasi digital kritis, kita dapat dimulai dengan meningkatkan kesadaran sosial berpikir sejenak sebelum melakukan retweet di Twitter, share di Facebook, atau forward di WhatsApp. Kesadaran untuk melindungi orang lain dari paparan misinformasi menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memicu ketertarikan kita dalam mempelajari lebih lanjut hal-hal berkaitan dengan lingkungan dan infrastruktur digital. Di tengah pandemi, kemampuan ini dapat meningkatkan peran masyarakat umum untuk urun daya memeriksa fakta. Memang pada dasarnya penyampaian informasi yang berkaitan dengan sains, kesehatan, dan teknologi tidak mudah dilakukan. Ini telah menjadi kajian para peneliti selama sekian abad dalam lingkup sains komunikasi. Temuan terbaru bahkan menyebut bahwa tidak akan ada obat’ untuk infodemi COVID-19. Ini sangat masuk akal mengingat upaya gabungan yang dilakukan baik oleh pemerintah dan perusahaan teknologi, seperti Facebook, Twitter dan YouTube, untuk menyaring konten bermasalah dan memberikan berbagai peringatan ternyata tidak mengurangi penyebaran misinformasi hingga saat ini. Pada akhirnya, kita bergantung pada diri kita sendiri untuk ikut turut serta membantu memerangi infodemi. Ikuti perkembangan terbaru seputar isu politik dan masyarakat selama sepekan terakhir. Daftarkan email Anda di sini. KEBIJAKAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Nadiem Makrim berkaitan dengan Ujian Nasional UN dimana tahun 2020 menjadi tahun terakhir pelaksanaan UN. Pada tahun 2021 akan diganti dengan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional. Berbeda dengan Ujian Nasional UN , Asesmen Nasional AS bakal menjadi instrumen untuk mengevaluasi dan memetakan system pendidikan berupa input, proses, dan hasil, bukan mengevaluasi capaian peserta didik secara individu. Asesmen Nasional nantinya akan terdiri dari tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum AKM , Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa , yakni literasi dan numerasi. Namun ada sebagian kalayak yang belum mengetahui apa itu literasi dan numerasi. Literasi adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa. Literasi ini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep dibalik tulisan tersebut. Secara sederhana , numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari – hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat disekeliling kita baik di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Untuk itu guru perlu memikirkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi siswa . diantaranya Pertama menumbuhkan kesadaran siswa akan manfaat dari kegiatan membaca. Guru dapat memotivasi siswa dengan berbagai pengalaman menceritakan peristiwa yang membuat siswa menyadari pentingnya membaca. Setelah itu perwakilan siswa diminta menceritakan sendiri pengalaman tentang kegiatan membaca yang dilakukan sehari – hari. Kedua mengadakan kelas inspirasi. Dengan cara mengundang alumni yang bekerja dibidang yang berhubungan dengan literasi, misalnya jurnalis. Para alumni dapat menceritakan pentingnya kemampuan literasi terutama yang berhubungan dengan pekerjaan. Dapat juga mendatangkan penulis buku yang cukup popular dikalangan siswa saat ini. Ketiga mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami pertanyaan. Guru dapat memberikan latihan yang bertingkat dari pertanyaan yang cukup mudah sampai dengan pertanyaan yang menantang. Pertanyaan yang menantang maksudnya pertanyaan yang membutuhkan analisa siswa dalam menjawabnya. Dengan memahami pertanyaan diharapkan dapat membantu siswa lebih selektif mencari alternatif jawaban . Keempat memahami bacaan dengan membuat ringkasan. Guru dapat melatih siswa untuk mencatat fakta atau poin-poin penting yang terdapat dalam bacaan. Karena sering kali ketika siswa diminta untuk membaca suatu paragraf dan guru menayakan apa maksud paragraph tersebut , siswa terkadang menjawab ,” Tidak mengerti Bu” Kelima mendorong siswa agar banyak berlatih . Doronglah siswa agar terus berlatih dalam meningkatkan kemampuan menganalisa suatu bacaan . dengan meningkatkan kemampuan menganalisa suatu bacaan maka akan berkolerasi positif dengan kemampuan literasi lainnya, misalnya kemampuan penalaran konsep. Dari berbagai upaya yang diberikan diatas diharapkan kemampuan literasi siswa dapat Sehingga akan berdampak positif pada kesiapan siswa dalam menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum AKM yang dimulai di tahun 2021. * KEBIJAKAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Nadiem Makrim berkaitan dengan Ujian Nasional UN dimana tahun 2020 menjadi tahun terakhir pelaksanaan UN. Pada tahun 2021 akan diganti dengan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional. Berbeda dengan Ujian Nasional UN , Asesmen Nasional AS bakal menjadi instrumen untuk mengevaluasi dan memetakan system pendidikan berupa input, proses, dan hasil, bukan mengevaluasi capaian peserta didik secara individu. Asesmen Nasional nantinya akan terdiri dari tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum AKM , Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa , yakni literasi dan numerasi. Namun ada sebagian kalayak yang belum mengetahui apa itu literasi dan numerasi. Literasi adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa. Literasi ini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep dibalik tulisan tersebut. Secara sederhana , numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari – hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat disekeliling kita baik di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sebagai warga negara. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Untuk itu guru perlu memikirkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan literasi siswa . diantaranya Pertama menumbuhkan kesadaran siswa akan manfaat dari kegiatan membaca. Guru dapat memotivasi siswa dengan berbagai pengalaman menceritakan peristiwa yang membuat siswa menyadari pentingnya membaca. Setelah itu perwakilan siswa diminta menceritakan sendiri pengalaman tentang kegiatan membaca yang dilakukan sehari – hari. Kedua mengadakan kelas inspirasi. Dengan cara mengundang alumni yang bekerja dibidang yang berhubungan dengan literasi, misalnya jurnalis. Para alumni dapat menceritakan pentingnya kemampuan literasi terutama yang berhubungan dengan pekerjaan. Dapat juga mendatangkan penulis buku yang cukup popular dikalangan siswa saat ini. Ketiga mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami pertanyaan. Guru dapat memberikan latihan yang bertingkat dari pertanyaan yang cukup mudah sampai dengan pertanyaan yang menantang. Pertanyaan yang menantang maksudnya pertanyaan yang membutuhkan analisa siswa dalam menjawabnya. Dengan memahami pertanyaan diharapkan dapat membantu siswa lebih selektif mencari alternatif jawaban . Keempat memahami bacaan dengan membuat ringkasan. Guru dapat melatih siswa untuk mencatat fakta atau poin-poin penting yang terdapat dalam bacaan. Karena sering kali ketika siswa diminta untuk membaca suatu paragraf dan guru menayakan apa maksud paragraph tersebut , siswa terkadang menjawab ,” Tidak mengerti Bu” Kelima mendorong siswa agar banyak berlatih . Doronglah siswa agar terus berlatih dalam meningkatkan kemampuan menganalisa suatu bacaan . dengan meningkatkan kemampuan menganalisa suatu bacaan maka akan berkolerasi positif dengan kemampuan literasi lainnya, misalnya kemampuan penalaran konsep. Dari berbagai upaya yang diberikan diatas diharapkan kemampuan literasi siswa dapat Sehingga akan berdampak positif pada kesiapan siswa dalam menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum AKM yang dimulai di tahun 2021. * 1. APA YANG DIMAKSUD DENGAN LITERASI? Kemampuan mengakses, memahami, menggunakan informasi secara cerdas dan fungsional untuk mendorong terciptanya kehidupan yang berkualitas. 2. LITERASI APA SAJA YANG HARUS DIKUASAI PADA ABAD 21? a. Literasi dasar baca tulis, b. Literasi berhitung, c. Literasi sains, d. Literasi budaya dan kewargaan, e. Literasi digital, dan f. Literasi finansial. 3. APA YANG DIMAKSUD DENGAN KAMPUNG LITERASI? a. Tempat lahir dan tumbuhnya simpul-simpul pembaca buku, sekaligus praktik tematik sesuai minat dan kebutuhan masyarakat; b. Kawasan yang digunakan untuk mewujudkan masyarakat yang menguasai kemampuan literasi abad 21, sehingga menjadi pembelajar sepanjang hayat; c. Kawasan yang ditandai dengan partisipasi, integrasi, dan kerjasama berbagai elemen masyarakat di dalamnya untuk merintis, memelihara, dan mengembangkan berbagai layanan literasi. 4. APA TUJUAN KAMPUNG LITERASI? Menyediakan Layanan Baca dan menyelenggarakan program-program penumbuhan budaya baca kepada masyarakat umum, peserta didik pogram PAUD dan pendidikan nonformal, remaja dan peserta didik pendidikan formal berupa peminjaman buku, majalah dan sumber bacaan lainnya yang disediakan di Taman Baca Masyarakat TBM melalui pembentukan komunitas baca, pojok baca, gardu baca, dan warung baca yang disinergiskan dengan optimalisasi teknologi komunikasi dan informasi, serta diintegrasikan dengan program-program yang terselenggara di masyarakat, seperti Posyandu, Majelis Ta‟lim, Karang Taruna, dan program pemberdayaan masyarakat lainnya. 5. SIAPA SAJA SASARAN KAMPUNG LITERASI? a. Masyarakat yang masih berkeaksaraan rendah; b. Masyarakat yang sedang menempuh program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C; c. Masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan literasinya; dan d. Warga belajar sedang mendalami keterampilan sesuai dengan kegiatan yang tersedia dalam program Kampung Literasi KL. 6. APA SAJA KARAKTERISTIK/KEKHASAN PROGRAM KAMPUNG LITERASI? Prinsip dasar dalam pembentukan Kampung Literasi adalah “dari, oleh, dan untuk masyarakat” yang berarti a. Kampung Literasi dibentuk untuk memberikan berbagai layanan yang didasarkan atas prakarsa berbagai pihak yakni lembaga dan organisasi kemasyarakatan setempat; b. Program dan kegiatan yang diselenggarakan di Kampung Literasi dilaksanakan oleh berbagai unsur yakni lembaga, organisasi masyarakat, pemerintah dan tokoh masyarakat setempat; c. Semua program dan kegiatan yang diselenggarakan pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat setempat dalam membangun lingkungan dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik. 7. JENIS BACAAN APA SAJA YANG DISEDIAKAN DI KAMPUNG LITERASI? Jenis bacaan yang tersedia di Kampung Literasi bersifat kontekstual dan fungsional yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah secara geografis dan ekologis, jenis mata pencaharian dan budaya masyarakat, serta kebutuhan belajar para peserta didik satuan PAUD, pendidikan nonformal, dan pendidikan formal. 8. APAKAH PRINSIP-PRINSIP PENYELENGGARAAN KAMPUNG LITERASI? Dibentuk untuk memberikan berbagai layanan yang didasarkan atas prakarsa masyarakat, lembaga/organisasi, satuan pendidikan, pemerintah, dan tokoh masyarakat setempat. Semua program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat setempat untuk membangun lingkungan dan kualitas hidup masyarakat yang lebih berkualitas. 9. APA SAJA SYARAT KAMPUNG LITERASI? a. Tersedianya lembaga/organisasi yang bersedia untuk merintis dan mengelola program-program dalam rangka penyelenggaraan Kampung Literasi; b. Tersedianya sumber daya manusia yang berkomitmen untuk menumbuh kembangkan gerakan penumbuhan budaya baca melalui Kampung Literasi; c. Memperoleh dukungan dari pemerintah dan tokoh masyarakat setempat; d. Memiliki kemampuan untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan program Kampung Literasi di wilayahnya; dam e. Memiliki program layanan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat setempat, khususnya berbasis kearifan budaya setempat. 10. APA SAJA KRITERIA LOKASI KAMPUNG LITERASI? a. Ada pegiat literasi; b. Jumlah masyarakat buta aksara masih tinggi; c. Komitmen pemerintah setempat dan masyarakat untuk menyelenggarakan Kampung Literasi; d. Memiliki potensi SDM, SDA, dan budaya untuk mengembangkan Kampung Literasi; dan e. Ada lembaga sebagai sumber akses informasi, berupa Taman Baca Masyarakat TBM, perpustakaan desa, jaringan internet dan sumber informasi pendukung lain. 11. SIAPA SAJA UNSUR YANG TERLIBAT DALAM KAMPUNG LITERASI? a. Pegiat literasi; b. Tokoh masyarakat; c. Pejabat pemerintah setempat; d. Pejabat dinas pendidikan setempat; e. Sastrawan dan budayawan; f. Wartawan; dan g. Pengelola lembaga pendidikan nonformal, lembaga kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan kepemudaan setempat. 12. APA ITU GERAKAN INDONESIA MEMBACA GIM? Merupakan bentuk ikhtiar membangkitkan dan menumbuhkan budaya membaca. GIM melibatkan pegiat literasi, lembaga swasta, organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan, profesi, satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan nonformal, TBM, serta mitra dinas pendidikan. 13. APA TUJUAN DARI GIM? a. Tujuan Umum Membangun masyarakat yang gemar membaca agar menjadi pembelajar sepanjang hayat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup. b. Tujuan Khusus 1 Meningkatkan kecakapan literasi masyarakat; 2 Menurunkan jumlah buta aksara; 3 Mengembangkan masyarakat gemar belajar sepanjang hayat; 4 Membangun peradaban masyarakat yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa; dan 5 Meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat. 14. APA LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN GIM? a. Masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, padahal membaca sangat mempengaruhi kualitas hidup; b. Diperlukan upaya strategis untuk membangkitkan dan meningkatkan minat baca demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang pembelajar sepanjang hayat; dan c. Diperlukan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, pegiat literasi, dan masyarakat untuk berpartisipasi dan menjaga kesinambungan gerakan budaya membaca dalam kehidupan masyarakat Indonesia. 15. APA SAJA KEGIATAN GIM? a. Sosialisasi dan publikasi program GIM kepada masyarakat luas, b. Penyusunan rencana aksi daerah tentang pengembangan budaya baca masyarakat, c. Apresiasi lomba literasi dan program fungsionalisasi hasil membaca, d. Sarasehan pegiat literasi dan unsur terkait, e. Perintisan dan pengelolaan program Kampung Literasi, f. Donasi buku melalui aplikasi dalam jaringan internet, dan g. Pencanangan GIM. 16. APA TARGET GIM? 1. Tumbuhnya kesamaan pemahaman, urgensi, arah gerakan, jenis layanan, dan tujuan yang ingin dicapai dari penumbuhan budaya baca masyarakat di antara pemerintah pusat, daerah, pegiat literasi, swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh keagamaan, unsur profesi, satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal, serta unsur terkait lainnya; dan 2. Meningkatnya komitmen pemerintah tingkat kabupaten/kota untuk mengembangkan budaya baca yang diwujudkan melalui dokumen rumusan Rencana Aksi Daerah tentang pengembangan budaya masyarakat. PERTANYAAN DAN JAWABAN