Interaksi siswa dengan guru. Interaksi ini bisa terjadi secara individual siswa dan gurunya, seperti yang mungkin terjadi selama jam kantor atau dalam percakapan pribadi, baik secara langsung ataupun online. Interaksi ini juga bisa satu-ke-banyak, seperti ketika seorang guru berinteraksi dengan sekelompok siswa di kelas dan ketika diskusi. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan berbeda bagi setiap murid. Maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar. Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain: 1. Melakukan pemetaan Dalam sesi coaching yang berdurasi antara 30 menit hingga satu jam, terjadi percakapan antara coach dan klien. Dan percakapan tersebut, berdasarkan definisi di atas, bersifat kreatif, dan memberikan inspirasi untuk memaksimalkan potensi klien. Sebuah percakapan yang kreatif, dan memberikan inspirasi tentunya bukan sebuah percakapan yang Guru: “Bagus, Joni. Murid-murid, bapak akan menanyakan sebuah pertanyaan lagi, siapa yang menemukan benua Amerika? Murid-murid: (Menjawab serentak) Joni, Pak!” Guru: “#@#$&*” Dalam kasus di percakapan lucu dan gokil satu ini, para murid tersebut nggak bisa dikatakan salah. Yang salah adalah guru yang memberikan pertanyaan. Banyak hal yang bisa dibicarakan tentang hal tersebut baik sesama murid, murid dengan guru, dan lainnya. Percakapan Guru dengan Murid; Guru: “Yurjaa fatha kitabuun alriyadhiyaata alsafahah 10, wa nata’arafa ‘alaa tarha al arqam” (Silahkan kalian buka buku matematika halaman 10, kita belajar tentang pengurangan angka) yang mungkin menimbulkan masalah. Ketika kita punya sudut pandang yang sama antara guru, kepala sekolah, dan warga sekolah lainnya tentang visi sekolah dan profil murid yang mau dicapai, maka kita akan lebih mudah menjalankan komitmen kita. Nah, pagi ini bersama dengan kelompok, kita akan belajar dan menyamakan persepsi Eksplorasi Konsep Modul 2.3 -2.1 Konsep Coaching secara Umum dan Konsep Coaching dalam Dunia Pendidikan; Inilah Contoh Percakapan Pra dan Pasca Supervisi Aksi Nyata Modul 2.3 Coaching dan Supervisi Akademik; Guru Sebagai Role Model dalam Era Disrupsi; Koneksi antara Aktivitas Coaching dengan Pembelajaran yang Berpihak pada Murid Guru dapat menggunakan praktik baik coaching dalam kegiatan membimbing murid membuat keputusan yang bertanggung jawab. Tujuan Pembelajaran Sosial-Emosional yang berbasis kesadaran penuh yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan (well-being). Kompetensi Sosial Emosional yang dapat ditingkatkan dari aktivitas tersebut yaitu kesadaran diri (pengenalan Contoh dialog bahasa Inggris antara guru dan murid. Contoh 1: Di Kelas. Guru: Good morning, class! Today, we will learn about animals. Who can tell me the name of an animal? Murid: Good morning, teacher! A lion! Guru: Very good! Now, what sound does a lion make? Murid: Roar! Contoh 2: Di Perpustakaan. Guru: Class, today we're going to the Konselor : Ya bagus sekali Eka sudah memahami masalah yang Eka alami, yaitu bagaimana Eka bisa presentasi dan tidak gugup dalam menjawab pertanyaan dosen. Konseli : Ya bu, Saya sangat ingin sekali bisa tampil percaya diri di depan kelas, tapi rasanya sulit sekali. (berharap dan kebingungan) Konselor : Bagus sekali keinginan Eka, Ibu sangat HvbhV7.